"Tips Menyusun Penilaian Sederhana Selama Masa Belajar dari Rumah"
BIMTEK Dalam Jaringan (Daring) bagi Guru,Mitra dan Penilik PAUD dalam Pelaksanaan Belajar Dari Rumah (BDR) untuk satuan PAUD Sulawesi Utara 22 – 27 juni 2020
Topik Hari Jumat, 26 Juni 2020,,
https://www.youtube.com/watch?v=7XoHylzbrmU
Blog ini berisikan berbagai hal tentang anak usia dini, mulai dari permasalahan, pengetahuan dasar maupun berbagai pengalaman yang berkaitan dengan dunia anak usia dini. Salah satu aspek yang perlu dibangun sejak dini adalah ketangguhan. Ketangguhan inilah yang saya sebut sebagai adversity response (kemampuan menghadapi kesulitan). Anak yang memiliki adversity response baik, cenderung memiliki kesehatan fisik dan psikis yang baik. Anak yang demikian dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.
Kamis, 02 Juli 2020
Tips Menyusun Perencanaan Pembelajaran (Video)
Penyampaian materi melalui video conference tentang Tips Menyusun Perencanaan Pembelajaran Sederhana selama Masa Belajar dari Rumah oleh Dr Widya Ayu Puspita dalam kegiatan Bimbingan Teknis Belajar Dari Rumah Guru PAUD Provinsi Kalimantan Timur
Selasa, 02 Juni 2020
NEW NORMAL = BACK TO THE NORMAL?
Berminggu-minggu ini kita dipapar
dengan istilah new normal di berbagai media sosial, dengan beragam definisi,
hingga mungkin membuat kita menjadi “overload”
informasi. Pandemi Covid-19 memang mengubah sebagian besar tatanan dalam
kehidupan yang selama ini kita jalankan. Tapi, benarkah itu sebuah tatanan baru?.
Kalau dicermati, itu bukanlah tatanan baru, tetapi sesungguhnya lebih pada
tatanan yang seharusnya. Coba kita lihat daftar beberapa perubahan berikut ini.
1. Pendidikan yang dulu bertumpu pada satuan
pendidikan, yang membuat sebagian orang tua “menyerahkan” urusan pendidikan
kepada guru, sekarang bertumpu pada keluarga. Keluarga adalah pusat pendidikan
yang utama dan pertama bagi anak. Orang tua bertanggung jawab penuh atas
pendidikan anak-anak, karena, anak-anak belajar dari rumah.
2. Banyak kegiatan “tidak perlu” dilakukan di luar
rumah, semisal kumpul-kumpul, ngobrol tanpa arah, sekarang dikembalikan pada
fungsi untuk berkumpul dan bercengkerama dengan anggota keluarga, orang tua
lebih dekat dengan anak, tumbuh saling pengertian, saling membantu, empati,
satu sama lain
3. Dunia sudah sangat berkembang dari sisi
teknologi, tetapi masih banyak diantara kita yang mengabaikan teknologi, bahkan
enggan mempelajarinya. Saat ini, mau tidak mau, kita dipaksa untuk melek
teknologi
4. Dahulu kita senang berkerumun dalam antrian yang
tidak teratur, saat ini, kita harus berusaha mengantri dengan teratur, tertib,
menjaga jarak, sehingga tidak ada kontak fisik, apalagi sampai berebut satu
sama lain. Kita harus terbiasa sabar dan tetap berada dalam antrian
5. Pulang dari mana pun masuk rumah, sering lupa
mencuci tangan, mencuci kaki, mandinya juga nanti dulu, kita langsung bertemu
anggota keluarga, bercengkerama, memeluk dan mencium anak-anak kita, tetapi saat
ini, kita dipaksa untuk mencuci tangan, mencuci kaki, bahkan langsung mandi dan
berganti pakaian, sebelum berinteraksi dengan anggota keluarga
6. Menggunakan masker, terutama di saat sakit
menular, adalah anjuran kesehatan sejak dahulu kala, tetapi, itu sesuatu yang
dianggap aneh. Saat ini, kita dipaksa untuk menggunakan masker
7. Menggunakan barang personal, tidak bergantian
sajadah, mukena, peralatan makan dan minum, berbagi makanan dengan sehat,
adalah anjuran hidup sehat yang selama ini sudah terlupakan, dan harus kita
mulai saat ini.
8. Masjid, sekolah, menjadi area yang “super bersih”,
didesinfektan secara berkala. Bukankah itu memang yang sudah seharusnya
dilakukan, karena itu adalah area berkumpul banyak orang, dan “Kebersihan
adalah Sebagian dari Iman”.
Dari berbagai contoh di atas,
apakah memang “New Normal” adalah sebuah tatanan kehidupan baru? Sebenarnya
bukan. New Normal adalah mengembalikan manusia pada tatanan kehidupan yang
sebenarnya, yang baik, sehat, tertib, teratur, empati, dan saling menghargai.
Semoga ini menjadi inspirasi bagi kita semua untuk dapat mulai melangkah pada
kehidupan yang lebih baik, dan menjadikan kita sebagai individu yang mudah
beradaptasi denga segala perubahan dan perkembangan yang terjadi.
Surabaya, 3 Juni 2020
Selasa, 11 Februari 2020
Kegiatan Bermain yang Menyenangkan_Bagian 3
Bagaimana
suasana pembelajaran yang diciptakan?
Suasana pembelajaran hendaknya:
a. Menyenangkan,
yaitu terdapat interaksi positif antara anak dengan orang dewasa
b. Komunikatif,
yaitu ada hubungan 2 arah yang saling memahami
c. Saling
menghargai, sehingga tumbuh rasa percaya diri pada anak
Hal-hal
apa sajakah yang dapat dilakukan oleh guru selanjutnya?
1.
Identifikasi kegiatan main yang
diminati anak, dengan cara :
a.
Mengamati aktivitas yang banyak
dilakukan oleh anak saat bermain
b.
Menelaah tokoh-tokoh yang
banyak diminati atau disukai anak
c.
Mengajak anak mengobrol tentang
minatnya
d.
Menanyakan kepada anak tentang
tontonan yang banyak dilihat
2.
Menyiapkan alat dan bahan yang
tepat
Oleh karena itu, pendidik dapat
:
a.
Mengidentifikasi daya dukung
yang ada di lingkungan, yang dapat dimanfaatkan sebagai alat dan bahan main,
maupun lokasi yang dapat digunakan untuk bermain. Daya dukung tersebut dapat
berupa bahan alam, barang bekas, barang gagal produksi, lapangan, sawah,
sungai, halaman, kebun, balai RT/RW, museum, dan sebagainya.
b. Bekerjasama dengan orang tua
ataupun masyarakat, untuk mengumpulkan alat dan bahan main yang ada di rumah
tangga mapun di lingkungan sekitar
3.
Melakukan penataan lingkungan
main
Lingkungan main hendaknya
ditata sedemikian rupa, sehingga tampak :
a.
Rapi
b.
Teratur
c.
Indah
d.
Bersih
e.
Aman
f.
Nyaman
g.
Sehat
h. Alat dan bahan main mudah
dijangkau (dapat diambil dan diletakkan kembali) oleh anak secara mandiri
i.
Alat dan bahan main
diklasifikasikan
j.
Dapat mengantarkan anak menuju
pada pra keaksaraan
k.
Mendukung perkembangan anak
secara optimal
l. Mendukung kemampuan
kemandirian, sosialisasi, kerjasama, komunikasi, berpikir tingkat tinggi
4.
Berinteraksi dengan anak pada
saat main
Interaksi positif antara
pendidik dan anak merupakan bagian yang sangat penting, mengingat dalam
interaksi tersebut, pendidik dapat :
a.
Memberikan inspirasi kepada
anak
b.
Memperluas ide atau gagasan
anak
c.
Memperkuat bahasa anak
d.
Memberikan makna terhadap
kegiatan yang dilakukan anak
e.
Memotivasi
f.
Memberikan penghargaan
5.
Melakukan pengamatan
perkembangan anak
Pengamatan perkembangan anak
merupakan salah satu aktivitas yang dilakukan oleh pendidik untuk mengetahui :
a.
Capaian perkembangan anak
b.
Gangguan atau permasalahan
dalam perkembangan anak
c. Dukungan yang dapat diberikan
oleh pendidik secara tepat, baik sebelum, pada saat maupun setelah selesai
kegiatan main
d.
Kemungkinan adanya anak yang
berkebutuhan khusus
6.
Melakukan pencatatan,
pengolahan dan pelaporan perkembangan anak
Surabaya, 12022020
KEGIATAN BERMAIN YANG MENYENANGKAN_Bagian 2
Bagaimana
melakukan penataan lingkungan bermain?
Penataan lingkungan bermain dimaksudkan untuk
memberikan dukungan kepada anak, sehingga anak bisa berkembang secara optimal.
Oleh karena itu, dalam penataan lingkungan main, yang perlu diperhatikan antara
lain :
1.
Keteraturan
2.
Kerapian
3.
Kebersihan
4.
Kenyamanan
5.
Kesehatan
6.
Kesesuaian dengan karakteristik
anak
7.
Keterjangkauan
8.
Keberagaman
9.
Kemenarikan
10.
Keindahan
Bagaimana
ragam kegiatan bermain?
Ragam kegiatan bermain merupakan pilihan-pilhan
main, yang dapat menjadi alternatif bagi anak, sehingga anak memiliki kebebasan
untuk menentukan kegiatan main yang sesuai dengan minatnya.
Adanya pilihan main memungkinkan anak
dihargai ide serta keputusannya. Dalam setiap hari, hendaknya ada minimal 4
ragam main yang dapat dipilih. Pemilihan ragam main tersebut juga sebaiknya
merangsang kemampuan anak untuk :
a.
Berkomunikasi
b.
Berkolaborasi atau bekerjasama
c.
Berpikir kritis
d.
Berpikir dan bertindak kreatif
dan inovatif
Agar kemampuan di atas
dapat berkembang, maka perlu diperhatikan :
a. Menyediakan
lingkungan main yang “kaya” dengan alat dan bahan main, berbagai hal untuk
dieksplorasi, sumber belajar yang beragam
b.
Setiap ragam main dimainkan
oleh minimal 2 anak
c. Memberikan
kesempatan kepada anak untuk melakukan eksplorasi
d. Menekankan
pada proses, bukan hasil
e. Kesalahan
pada anak bukan dianggap sesuatu yang buruk, tetapi merupakan hal yang akan
memungkinkan anak untuk melakukan penyempurnaan dan menuangkan ide-ide
kreatifnya tanpa rasa takut dan tertekan dari orang dewasa
f. Orang
dewasa yang memberikan dukungan pada setiap perkembangan dan pencapaian anak,
menjadi motivator, fasilitator, dan penginspirasi
Bagaimana
alat dan bahan yang disiapkan?
Alat dan bahan yang disiapkan hendaknya :
1.
Alat dan bahan yang dapat
dimanipulasi atau dikreasikan oleh anak (open
ended materials)
2.
Terdapat di lingkungan sekitar
3.
Aman
4.
Nyaman
5.
Bersih
6.
Sehat
7.
Sesuai dengan usia dan tahap
perkembangan anak
8.
Menarik minat anak
9.
Merangsang kemampuan anak untuk
bersosialisasi, berkomunikasi, bekerjasama dan berpikir tingkat tinggi
Dengan alat dan bahan ini, sangat
memungkinkan bagi anak untuk :
a. Bermain
dalam situasi yang menyenangkan. Hal ini sangat memungkinkan bagi otak anak
untuk berkembang secara optimal
b. Mencipta
atau menghasilkan karya sesuai dengan ide
c. Terlibat
secara aktif, sehingga perkembangan otak anak menjadi lebih optimal
d. Bersemangat
e. Memiliki
ide-ide yang banyak, menarik dan berbeda dari biasanya. Hal ini berarti
meningkatkan kreativitas dan kemampuan untuk berinovasi
f. Tertantang
melakukan banyak hal yang diminati
g. Terlibat
aktif dalam kegiatan main
h. Melakukan
evaluasi secara mandiri atas hal yang sudah diciptakan
i. Menghasilkan
karya dengan desain yang optimal
Bersambung.......
Surabaya, 12022020
KEGIATAN BERMAIN YANG MENYENANGKAN ANAK Bag.1
Apakah Anda pernah mengalami hal ini?
Anda sudah menyiapkan perencanaan pembelajaran baik. Akan tetapi, pada saat pelaksanaan pembelajaran, beberapa anak tidak tertarik mengikuti kegiatan hari itu. Ada yang mencoret-coret kertas yang dibagikan oleh pendidik. Ada yang merobek kertas sambil marah. Ada yang asyik bermain dengan mainan yang dibawa dari rumah, dan histeris ketika mainan tersebut diminta oleh guru. Ada yang memukul-mukul benda sehingga menimbulkan bunyi tertentu. Ada pula yang tidak fokus, sehingga tampak tidak memperhatikan yang disampaikan oleh pendidik. Ada yang berlarian dan enggan duduk tenang dalam kelompok. Ada yang mengganggu temannya sehingga menangis. Akan tetapi, ada pula yang duduk tenang dalam kelompok dan melakukan kegiatan sebagaimana disiapkan oleh guru.
Setiap Anak UNIK. Setiap Anak Memiliki Karakteristik dan Kebutuhan yang Berbeda-beda. Hal inilah yang PERLU Dipahami oleh Guru.
|
Mengapa hal itu terjadi?
Adalah situasi yang sebenarnya wajar, ketika ada anak yang tidak berminat terhadap kegiatan yang sudah disiapkan oleh pendidik. Setiap anak memiliki ketertarikan kepada hal yang berbeda-beda, memiliki kebutuhan yang berbeda-beda pula. Inilah yang disebut sebagai keunikan, dan setiap anak adalah UNIK.
Di sisi lain, ada banyak hal yang dapat menyebabkan kondisi ini timbul, antara lain karena kegiatan yang disiapkan:
a. Membosankan
b. Tidak bermakna untuk anak
c. Tidak menantang
d. Tidak melibatkan anak secara aktif
e. Terlalu sulit bagi anak atau tidak sesuai dengan tahap perkembangan anak
f. Tidak menyenangkan
g. Tidak menggambarkan kegiatan bermain bagi anak
h. Tidak berpusat pada anak
i. Tidak ada ragam main yang memadai, yang dapat dipilih oleh anak sesuai dengan minatnya
j. Kurangnya dukungan yang diberikan oleh guru
Mengapa kegiatan bermain membosankan bagi anak?
Kegiatan main yang disiapkan bisa saja membosankan anak, karena berbagai hal :
a. Anak sudah terlalu sering melakukan hal tersebut
b. Kegiatan main terlalu mudah bagi anak
c. Kegiatan main tidak mengakomodir kebutuhan anak secara individual
Bagaimana supaya kegiatan bermain tidak membosankan?
Pendidik dapat memilih ragam main yang menyenangkan dan menarik minat anak. Ragam main tersebut memberikan tantangan kepada anak untuk mencipta, sesuai dengan ide/gagasan, imajinasi ataupun kreativitas anak, dan memberikan dorongan kepada anak untuk melakukan interaksi positif dengan teman sebaya maupun pendidik. Salah satu ragam main yang dapat dipilih adalah yang memiliki muatan science, technology, engineering dan mathematics (STEM). Ragam main yang memiliki muatan STEM memungkinkan anak untuk berkomunikasi, berkolaborasi, berpikir kritis, bertindak kreatif dan mencipta. Ragam main tersebut dapat dilakukan di dalam dan di luar ruangan, menggunakan alat dan bahan main yang tepat yang berada di lingkungan sekitar. Alat dan bahan main yang tepat adalah yang menarik, dapat digerakkan, dapat ubah, dapat dimanipulasi atau dikreasikan oleh anak, sesuai dengan ide/gagasan, pikiran, imajinasi dan kreativitas anak, yang tanpa batas.
Bagaimana dukungan guru?
Dukungan atau pijakan (scaffolding) yang diberikan oleh pendidik dapat bersifat fisik hingga non fisik, dan bertujuan membantu anak untuk mencapai perkembangan yang lebih tinggi.
Dukungan yang bersifat fisik antara lain :
a. Penataan lingkungan main yang menarik, aman, nyaman, bersih, sehat dan memberikan kesempatan kepada anak untuk melakukan eksplorasi dan menuangkan ide-ide kreatifnya
b. Penyediaan alat dan bahan main yang tepat, yaitu sesuai dengan usia dan tahap perkembangan anak, yang dapat dikreasikan (dimanipulasi) oleh anak, menarik, aman, nyaman, bersih, sehat
c. Lingkungan dalam dan luar ruangan yang bersih, sehat, aman dan nyaman
d. Penggunaan warna, musik, pengharum, tanaman
e. Sirkulasi udara yang baik
Dukungan yang bersifat non fisik antara lain:
a. Motivasi dari pendidik berupa senyuman, tatapan mata, acungan jempol, kata-kata positif, pelukan, sentuhan yang membuat anak merasa nyaman
b. Penggunaan bahasa verbal dan non verbal yang tepat dan santun, untuk merangsang ide kreatif anak.
Bagaimana menyikapi supaya tidak sering terjadi?
Pandanglah hal tersebut sebagai sesuatu yang wajar, kemudian, lakukan evaluasi pembelajaran yang sudah dilakukan hari itu. Evaluasi dapat dilakukan terhadap:
a. Penataan lingkungan main
b. Ragam kegiatan main
c. Alat dan bahan
d. Suasana pembelajaran
Bersambung.........
Langganan:
Postingan (Atom)

